Jumlah tersebut terdiri dari arus modal yang masuk ke pasar surat berharga negara secara neto sebesar Rp2,04 triliun dan yang masuk ke pasar saham secara neto sebesar Rp1,82 triliun
Arus modal keluar tersebut terdiri dari aksi jual di pasar surat berharga negara dengan jumlah neto Rp0,96 triliun, sementara aksi jual neto di pasar saham sebesar Rp0,37 triliun
Arus modal asing tersebut terdiri dari arus modal asing masuk pada pasar SBN sebesar Rp1,3 triliun neto sementara arus modal asing keluar dari pasar saham sebesar Rp3,85 triliun neto